Protect the human rights, save the future of humanity
Search Now
Custom Search
Indonesia And Global Update
Kegalauan Rudi S Kamri Setelah Rizieq Shihab Pulang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Setelah Rizieq Shihab pulang - penulis Rudi S. Kamri yang aktif sebagai pemerhati sosial dan politik, yang kini sering muncul di Kanal Anak Bangsa merasa galau, - Rudi akhirnya menuliskan kegalauannya pada artikel di bawah ini.
Apa yang membuat Rudi S. Kamri galau?
*Pendukung Rizieq Shihab Bebas Merajalela,
Negara Kemana?*
Oleh:
*Rudi S Kamri*
Tanggal 10 November 2020, bagi saya bukan sekedar Hari
Pahlawan, tapi lebih merupakan hari kekalahan negara dari sekelompok orang yang
bebas leluasa memporakporandakan semua aturan negara. Dan sekelompok orang yang
menabrak semua aturan di jalan tol dan merusak fasilitas umum di terminal 3
Bandara Soekarno Hatta adalah mengaku beragama Islam yang sedang
"menuhankan" junjungannya yaitu Mohammed Rizieq Shihab.
Akal sehat mereka musnah saat virus kultus individu terhadap
manusia menggerogoti jiwanya. Ajaran Islam yang begitu mulia yang mengajarkan
"kebersihan adalah sebagian dari iman" lenyap di otak para pemuja
buta. Akhirnya yang terjadi kedzaliman terhadap lingkungan sekitarnya.
Kerusakan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta ketika massa menyambut kedatangan Rizieq Shihab (news.detik.com)
Mereka
tidak peduli terhadap kerusakan yang mereka timbulkan, mereka tidak peduli
dengan kepentingan orang lain yang harus berkorban jadwal terbang mereka yang
berantakan. Dan mereka pun tidak peduli bagaimana mata dunia International
begitu buruk melihat Indonesia.
Dan ironisnya negara terkesan abai menjaga wibawanya. Jujur
saya tidak percaya dengan analisa ini adalah "strategi catur Jokowi"
lagi. Saya juga tidak setuju dengan semua analisa yang membenarkan apapun
langkah Jokowi. Fanatisme para pendukung Jokowi yang buta, di mata saya sama
dan sebangun dengan level fanatisme pendukung Rizieq Shihab. Semua sama-sama
telah kehilangan obyektivitas dan akal sehat. Tidak pernah mampu melihat putih
adalah putih, hitam tetaplah hitam.
Apapun alasannya, negara telah dipermalukan oleh kelakuan
seenak hati para pendukung Rizieq Shihab. Negara tidak hadir untuk melindungi
obyek vital seperti Bandara. Harus diakui para pembantu Presiden Jokowi di
bidang politik dan keamanan telah bertindak banci, dengan membiarkan kehormatan
Presiden diinjak-injak oleh kelompok yang jelas berseberangan dengan Pemerintah.
Kerumunan besar di Bandara Soetta saat massa menyambut kedatangan Rizieq Shihab yang melupakan protokol kesehatan di saat Covid-19 belum berlalu. (tribunnews.com)
Bahkan Menkopolhukam dan Mendagri pun membiarkan Gubernur
DKI Jakarta "sowan" ke mantan pelarian dengan mengabaikan semua
protokol kesehatan. Bahkan konon kabarnya segera Ridwan Kamil Gubernur Jawa
Barat, giliran akan sowan ke Rizieq Shihab. Bagaimana mungkin para pembantu
Presiden merendahkan diri kepada orang yang sering mendzolimi Presiden Jokowi
dengan menyebut "presiden ilegal".
Anies Baswedan dan Ridwan Kamil
secara terang benderang, melecehkan kewibawaan Presiden, hanya karena kepentingan
pragmatis ingin beternak dukungan untuk 2024. Dan anehnya Menkopolhukam dan
Mendagri tidak berbuat apa-apa untuk melindungi kehormatan Presiden. Ini ada
apa?
Belum lagi, betapa sedihnya saya melihat barisan pegawai
BUMN PT. Angkasa Pura di bagian apron Bandara berbaris rapi di bawah pesawat
mengelu-elukan kedatangan Rizieq Shihab. Bagaimana langkah Menteri BUMN Erick
Thohir untuk mengatasi gejala radikalisme yang semakin nampak terang benderang
di lingkungan BUMN?
Rudi S. Kamri, pemerhati sosial & politik, Direktur Kanal Bangsa (Dok.Istimewa)
Juga apa langkah kongrit Panglima TNI melihat ternyata masih
banyak tentara yang terpapar paham radikalisme? Jangan-jangan semua pembantu
Presiden saat ini bukan bekerja sesuai arahan Presiden tapi malah sedang sibuk
mengamankan posisinya nanti di tahun 2024. Entahlah.....
Bagaimana mungkin negara dikelola seperti ini?
Jujur saya kecewa. Dukungan saya kepada Presiden Jokowi
harus didukung juga dengan langkah tegas Presiden untuk membentuk Tim Kerja
Presiden yang hanya loyal kepada Presiden Jokowi dan Pancasila. Presiden Jokowi
harus segera mengambil keputusan yang strategis, cerdas dan keras. Jangan lagi
melakukan pembiaran.
Kedatangan Rizieq Shihab bagi saya adalah signal kuat
terbangunnya perlawanan kepada Pemerintah dengan lebih masif dan sistematis.
Presiden Jokowi tidak boleh melihat fenomena ini dengan biasa-biasa saja. Harus
ada langkah contingency plan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang
bakal terjadi.
Terakhir, saya hanya mengetuk kesadaran kolektif bagi para
pendukung fanatik Presiden Jokowi. Mari jadi pendukung Presiden Jokowi dengan
obyektif dan terukur. Menjaga Indonesia dan menjaga Presiden Jokowi bukan
berarti harus selalu membenarkan langkah Presiden dan pembantunya tanpa
reserve.
Terkadang kita perlu juga mengkritisi dan memberi masukan kepada
Presiden Jokowi. Bagi saya itulah cara yang paling cerdas dan elegan agar
Presiden Jokowi selamat menuntaskan pengabdiannya hingga Oktober 2024.
Mudah-mudahan ke depan negara tidak lagi abai menjaga marwah
dan kehormatannya. Radikalisme dengan menggunakan topeng agama sedang mengancam
Kebhinekaan Indonesia. Radikalisme ini adalah saudara kandung dari ideologi pro
khilafah. Dan keduanya harus dibendung sekuat tenaga agar Indonesia tetap ada
sampai waktu yang tak terhingga.
Ini hanya sekedar keprihatinan saya, seorang rakyat jelata
yang cinta Indonesia dan Pancasila.
Comments